dengan mata melihat semesta

Minggu, 06 Desember 2009

PEMBUATAN KOMPOSTER DAN BIOSTARTER


Membuat Komposter

Komposter adalah alat untuk pembuatan kompos. Alat ini sangat sederhana dan dapat dibuat sendiri. Bagian-bagian komposter meliputi:
1. Wadah/bak.ember guna menampung sampah
2. Kran untuk mengalirkan lindi
3. Saringan untuk memisahkan sampah dan lindi dalam proses pengomposan.
4. Pipa udara untuk memasukkan udara yang dibutuhkan dalam proses pengomposan.



Membuat Biostarter
Biostarter adalah cairan yang berisi mikroba pengurai sampah menjadi kompos. Selain dapat dibeli, biostarter juga dapat dibuat sendiri dengan cara yang mudah dan murah. Bahan dasarnya adalah irisan pisang atau kulit pisang (2 genggam), irisan nanas atau kulit nanas (2 genggam), irisan bawang merah (5 siung), irisan tempe (2 genggam), dan gula pasir.
1. Bahan diiris dan dipisahkan masing-masing.
2. Buat 4 gelas larutan gula, masing-masing 1 gelas air dicampur dengan 1 sendok the peres gula pasir. Air yang digunakan adalah air dari sumur (bukan PAM), yang telah direbus dan didinginkan.
3. Masukan gula dalam 4 botol.
- Botol pertama diisi irisan kulit pisang/pisang
- Botol kedua diisi irisan nanas/kulit nanas
- Botol ketiga diisi irisan bawang merah
- Botol keempat diisi irisan tempe
4. Botol ditutup jangan terlalu rapat, agar udara tetap masuk ke botol.
5. Letakkan botol di tempat teduh tidak terkena sinar matahari dan hujan secara langsung.
6. Diamkan selama 2 hari (2x24 jam)
7. Pisahkan antara air dan ampas dengan cara disaring
8. Air dari saringan keempat botol tersebut dicampur menjadi satu dan dimasukkan ke dalam botol kemudian disimpan di tempat teduh (tidak terkena sinar matahari dan hujan secara langsung). Botol ditutup.
9. Cairan ini berfungsi sebagai starter, dan dapat disimpan sampai waktu sekitar 3 bulan.
10. Cara penggunaan: biostarter dicampur dengan air sumur dengan perbandingan 1 bagian biostarter dicampur dengan 10 bagian air.
11. Biostarter siap digunakan dengan cara menyemprotkan dengan sprayer.


Problem dan Solusinya
- Kompos bau(busuk) dan banyak lalat.
Hal ini disebabkan kompos terlalu basah atau tidak cukup udara. Untuk mengatasinya tambahkan 2 atau 3 genggam penuh kapur. Aduk kompos agar mendapatkan udara.
- Kompos menjadi sarang tikus, kecoa, semut, dan belatung.
Untuk mengatasi masalah ini, tampahkan kapur dan aduk sampah untuk mengusir semut dan kecoa, kemudian tutup komposter. Jangan membuang susu, tulang, daging, dan makanan hasil laut terlalu banyak ke dalam komposter. Bisa juga dengan mengoleskan detergen pada bibir komposter.

KESEMPATAN MENDAPAT REJEKI TAMBAHAN!!
Rp 10.000 untuk setiap alamat email yang valid.
Silahkan buktikan dengan klik link berikut:
GET MONEY
lalu input nama dan email yang aktif secara benar.
Selanjutnya klik JOIN NOW dan isi form pendaftaran dengan data jujur dan sebenarnya (nama dan email harus sama dengan input sebelumnya).
Setelah selesai klik JOIN.

SAYA TELAH MEMBUKTIKAN, dan sekarang giliran Anda.
SEMOGA SUKSES. aamiin
 

12 comments:

  1. ok.....thanks info nya.....

    BalasHapus
  2. Teknologi kayak gini yang harus banyak dikembangkan di Indonesia.. Selain murah, juga solutif. Masalahnya adalah kurangnya sosialisasi yang diberikan kepada masyarakat (gak usah jauh-jauh, apa orang tua kita udah tau tentang teknik composting ini???).. Makanya, kita sebagai mahasiswa yang sudah mengerti ilmunya, harus bertugas mensosialisasikan hal ini, untuk lingkungan yang lebih baik (sehabis ngambil kuliah Rekayasa Lingkungan jadi mendadak cinta lingkungan gini, ckckckc...)

    BalasHapus
  3. @abros: yaa sama-sama

    @aditya Kurniawan: Betull.. Itulah yang kurang.. realisasi kreativitas tidak disertai kesiapan sosialisasi :D

    BalasHapus
  4. untuk pembuatan kompos sebanyak 50 kg..
    kira-kira butuh bostarter berapa liter ?

    BalasHapus
  5. @wade: biostarter itu udah kompos bentuk cair. Udah langsung bisa digunakan dengan dicampur air dg perbndingan 1:10 untuk air.

    BalasHapus
  6. Trima kasih atas artikelnya. Insya Allah akan sy manfaatkn bagi anak2 didik sy di sekolah.

    BalasHapus
  7. bagus bro, yg kaya gini nih yang harus banyak dikenal masyarakat, biar ngurangin sampah yang makin lama makin banyak.. keep posting bro :D

    BalasHapus
  8. @nisrina dan @ reynaldo: terim kasih, semoga bermanfaat :)

    BalasHapus
  9. Saya Pemula
    biostarter bukannya bakteri bwat mempercepat penguraian

    BalasHapus
  10. kapurnya yang kapur aktif buat nglabur/ngecat apa kapur yang buat campuran bahan bangunan ya gan?

    BalasHapus
  11. @admin: iya memang.

    @pungki wijaya: bisa dua2nya gan.

    BalasHapus
  12. Terima kasih banyak kabarnya dan lebih lengkap lagi dengan gambar-gambar tahapan pengisian. JUga perlu informasi berguna ini disandingkan dengan teknik Takakura.
    Teruslah memberi kabar baru untuk penmgomposan

    BalasHapus

Untuk pembaca yang menginginkan pembahasan atau kunci jawaban dari post soal silahkan wa 08562908044 (fast respond) | monggo tinggalkan kritik, saran, komentar atau apapun ^_^